Cari

riansuhud

Just another WordPress.com site

Suhud

548032_378259335584221_211734851_nSuhud Suhud Suhud

Iklan

530881_397792183630936_953405858_n

Keluarga Bahagia

Keluarga bahagia
Keluarga bahagia

wpap rian suhud

 

Motivasi

Pengertian Motivasi Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat). Menurut Wexley & Yukl (dalam As’ad, 1987) motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif. Sedangkan menurut Mitchell (dalam Winardi, 2002) motivasi mewakili proses- proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan- kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu.

Sedangkan menurut Gray (dalam Winardi, 2002)  Motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu.

Morgan (dalam Soemanto, 1987) mengemukakan bahwa motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek- aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah: keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states), tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut (goals or ends of such behavior). McDonald (dalam Soemanto, 1987) mendefinisikan motivasi sebagai perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi- reaksi mencapai tujuan. Motivasi merupakan masalah kompleks dalam organisasi, karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini berbeda karena setiap anggota suatu organisasi adalah unik secara biologis maupun psikologis, dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula (Suprihanto dkk, 2003).

Soemanto (1987) secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Motivasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
a. Faktor Internal; faktor yang berasal dari dalam diri individu, terdiri atas:

  1. Persepsi individu mengenai diri sendiri; seseorang termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak;
  2. Harga diri dan prestasi; faktor ini mendorong atau mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam lingkungan masyarakat; serta dapat mendorong individu untuk berprestasi;
  3. Harapan; adanya harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku.
  4. Kebutuhan; manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya.
  5. Kepuasan kerja; lebih merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari suatu perilaku.

b. Faktor Eksternal; faktor yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas:

  1. Jenis dan sifat pekerjaan; dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan individu untuk menentukan sikap atau pilihan pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengartuhi oleh sejauh mana nilai imbalan yang dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud;
  2. Kelompok kerja dimana individu bergabung; kelompok kerja atau organisasi tempat dimana individu bergabung dapat mendorong atau mengarahkan perilaku individu dalam mencapai suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok atau organisasi ini dapat membantu individu mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebajikan serta dapat memberikan arti bagi individu sehubungan dengan kiprahnya dalam kehidupan sosial.
  3. Situasi lingkungan pada umumnya; setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara efektif dengan lingkungannya;
  4. Sistem imbalan yang diterima; imbalan merupakan karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang dibutuhkan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika tujuan tercapai maka akan timbul imbalan

 

Tutorial Cara Membuat Posting Berada Paling Atas

Tutorial Cara Membuat Posting Berada Paling Atas (Sticky Post) adalah tutorial dari WordPress. Dimana WordPress tersedia fasilitas Sticky Post ini. Cara membuatnya sangatlah gampang.

Langkah-langkah Membuat Sticky Post pada WordPress:

1. Buatlah Posting terlebih dahulu yang dianggap paling penting sehingg harus berada pada urutan teratas terus. Meskipun tidak mau membuat posting, anda dapat mengambil dari posting-posting anda yang lainnya.

2. Setelah selesai memilih posting tersebut atau sudah selesai membuat posting, silahkan pada Navigasi Publish klik Edit untuk : Visibility: Public.

3. Beri tanda Cawang atau Checklist pada Stick this post to the front page.

4. Setelah selesai mengatur Sticky Post, silahkan Klik Publish.

Mengembalikan Sticky Post menjadi Posting Biasa

Posting yang telah dijadikan sebagai Sticky Post tidak selamanya akan dipakai dan diletakkan pada Urutan pertama di Home Page Kita. Kita dapat mengembalikan sticky post menjadi posting biasa. caranya sangatlah gampang. Ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Login pada Dashboard WordPress anda

2. Pada menu navigasi, klik Post.

3. Setelah selesai maka akan tampil posting-posting kita. Cari posting kita (Sticky Post) yang akan dikembalikan menjadi posting yang biasa.

4. Arahkan Pointer Mouse pada Posting yang telah dijadikan Sticky Post, maka akan muncul otomatis Quick Edit. Klik Quick Edit tersebut.

5. hilangkan tanda checklist pada kotak kecil disamping tulisan Make this post sticky. Jika selesai silahkan  klik tombol update.

6. Artikel atau posting tersebut sudah menjadi Posting biasa lagi

 
TUKANG TAMAN MURAH Menerima pembuatan taman perumahan, taman hotel, kolam minimalis, relif dll..
TUKANG TAMAN MURAH Membantu anda dalam pembuatan taman dengan desain dan bentuk taman yang anda inginkan, dengan SDM yang berpengalaman dan ahli di bidang pertamanan. Perumahan Pesona Kayangan Depok kini telah memakai jasa kami untuk…

brosur

Atas ↑